Pedoman Penulisan Fonetik Bahasa Aceh

Penulisan fonetik dalam bahasa Aceh terbagi menjadi vokal, vokal sengau, diftong, dan konsonan.

Kegigihan Sang Teuku Umar dalam Memperjuangkan Kemerdekaan

Bagi penggemar sejarah tentu anda akan tertarik untuk membaca buku ini, sebagaimana buku ini mengisahkan tentang berbagai peristiwa panglima aceh dalam memperjuangkan kemerdekaan...

Kebangkitan Bahasa dan Sastra Aceh

Harian Serambi Indonesia edisi, Jumat 16 Desember 2022 merilis berita dengan judul Mulai Dari Pemanfaatan Pangan Lokal Hingga Makna ‘Rateb Doda Idi’

Hermeneutika dan Positivisme Logis

Filsafat telah membawa perubahan yang begitu penting dalam dunia pendidikan.

Showing posts with label SIntaksis. Show all posts
Showing posts with label SIntaksis. Show all posts

Fungsi kategori dan peran

Fungsi kategori dan peran
Kategori
Contoh
Rahmad Menerima Hadiah Nobel
 F:  S           P                         O
K :  N        V                           FN
P : Perun Perbuatan       Sasaran

Kami Sekeluarga Menunggu Kedatangannya
F :S                         P                            O
K : FN                    FV                           N
P : P                       Perbuatan           Sasaran

Dia menerima surat panggilan dari Jakarta kemarin sore
F :S         P               O                           ket
K : FN    FV              FPe                     FN


Jen is – jenis Peran
a.       Pelaku / Agen (orang yang melakukan tindakan)
*kuah plik u itu dimasak oleh ani
Sasaran pasif
Hadiah itu sudah diterima oleh rahmad
b.      Alat (yang dipakai untuk melakukan sesuatu)
*adik setiap hari diantar dengan mobil
c.       Asal (peran yang menyatakan makna asal menduduki fungsi onal keterangan)
*cincin itu terbuat dari emas
d.      Benefektif (peruntung) : verba partisipan yang mendapatkan keuntungan atas tindakan yang dilakukan oleh agen
*ibu membuatkan ayah kopi
e.      Lokatif (peran yang berkaitan dengan tempat)
Menjelang tidur hp disimpan dibawah meja belajar
f.        Penderita (sebab dari tindakan )
*razak memperkosa novy yang tertidur di kelas
g.       Penggangap (peran yang menerima rangsangan kognitif)
*Ayah sangat menyayangi kami sekeluarga
h.      Sasaran (perbuatan yang dinyatakan oleh predikat)
Mahasiswa angkatan terakhir itu sedang belajar bahasa English
i.         Pengalam mengalami keadaan atau peristiwa yang dinyatakan oleh predikat)
*masyarakat di aceh jaya kebanjiran
j.        Penyerta (menduduki fungsi keterangan dalam kalimat)
*bersama teman – teman kami berbuka puasa di  restoran itu.


Share:

Analisis Kalimat Berdasarkan Fungsi.


 A. Analisis Kalimat Berdasarkan Fungsi.
Fungsi ini barhubungan saling bergantungan antara unsur-unsur dari suatu perangkat sehingga perangkat itu merupakan keutuhan dan membentuk sebuah struktur (Kridalaksana, 2002). Fungsi bersifat sintaksis, artinya berkaitan dengan urutan kata atau frase dalam kalimat. Fungsi sintaksis yang utama dalam bahasa adalah predikat, subjek, objek, pelengkap, dan keterangan. Untuk dapat mengetahui fungsi unsur kalimat, terdapat ciri-ciri subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan.

1. Ciri-Ciri Subjek
Yang dimaksud dengan subjek adalah sesuatu yang dianggap berdiri sendiri, dan yang tentangnya diberitakan sesuatu(Putrayasa,2001). Dan terbentuk dari kata benda (mereka, rumah itu). Atau kata benda yang dipakai sebagai subjek atau yang dianggap sebagai kata benda. Misalnya :
- Jalanya
Akhir –nya di sini mengatakan kata benda, meskipun kata benda itu menyatakan suatu kerja.
- Berperang
Artinya hal perang, dianggap sebagai kata benda.
Untuk menentukan subjek, kita dapat bertanya dengan memakai kata tanya apa atau siapa di hadapan predikat.
Ciri-ciri subjek adalah :
a. Tentangnya diberikan sesuatu,
b. Dibentuk dengan kata benda atau sesuatu yang sibendakan, dan
c. Dapat bertanya dengan kata tanya apaatau siapa di hadapn predikat.      

2. Ciri-Ciri Predikat
Predikat adalah bagian yang memberikan keterangan tentang sesuatu yang berdiri sendiri atau subjek itu, yang menyatakan apa yang dikerjakan atau dalam keadaan apakah subjek itu.
Beberapa pendapat mengenai pengertian Predikat, diantaranya :
Menurut Bloomfield (1933). Menyebut predikat dengan verba vinit yang berarti melaksanakan perbuatan. Menurut Lyons dan Alieva (1995/1991). Predikat adalah keterangan mengenai orang atau barang, dengan istilah sebutan dengan makna yang sama. Menurut Ramlan (1996). Predikat adalah merupakan unsur klausa yang selalu ada dan merupakan pusat klausa karena memiliki hubungan dengan unsur-unsur lainnya yaitu, dengan S, O, dan K. Menurut Suparman (1988). Memberikan penjelasan predikat dengan menyebutkan ciri-ciri atau penanda formal dari predikat tersebut, yaitu :
a. Penunjuk aspek : sudah, sedang, akan, yang selalu ada didepan predikat.
b. Kata kerja bantu : boleh, harus, dapat.
c. Kata petunjuk modal : mungkin, seharusnya, jangan-jangan.
d. Beberapa ketengan lain : tidak, bukan, justru, memang, yang terletak diantara S, dan P, dan
e. Kata kerja kopula : ialah, adalah, merupakan, menjadi. Biasanya kata ini digunakan merangkaikan predikat nomina dengan S-nya, khusus FB-FB (Frase Benda-Frase Benda). 

3. Ciri-Ciri Objek
Objek adalah konstituen kalimat yang kehadirannya dituntut oleh predikat yang berupa verba transitif pada kalimat aktif, yang ojeknya diletakkan setelah predikat. Objek dapat dikenali dengan memprhatikan :
 
a. Jenis predikat yang melengkapinya, dan b. Ciri khas objek itu sendiri.
Dimana verba trabsitif ditandai dengan afiks tertentu. Sufiks –kan dan –i serta prefiks meng- merupakan verba transitif.
Contoh :
- Rudy Hartono menundukkan Icuk.
Objek berupa nomina atau frase nominal. Jika objek tergolong nomina, frase nomina tak bernyawa, atau persona ketiga tunggal, nomina objek itui dapat diganti dengan pronomina –nya; dan jika jika berupa pronomina aku atau kamu (tunggal), bentuk –ku dan –mu dapat digunakan.
Contoh :
- Andi mengunjungi Pak Rustam.
- Andi mengunjungi.
Objek pada kalimat aktif transitif akan menjadi subjek jika kalimat itu dipasifkan.
Contoh :
- Pembantu membersihkan ruangan saya.
S P O
- Ruangan saya dibersihkan oleh pembantu.
S P O 

4. Ciri-Ciri Pelengkap
Baik objek, maupun pelengkap sering berwujud nomina, dan keduanya juga sering menduduki tempat yang sama, yakni dibelakang verba (Alwi,et. Al, 1998).


Share: